28 Juli 2021 | Dilihat: 109 Kali

PANGLIMA TNI MARAH, DANLANUD DAN DANSATPUSPOM DICOPOT

noeh21
Panglima TNI
    
BRAVO8NEWS.COM - Tindakan dua oknum TNI-AU (Angkatan Udara) yang menginjak kepala warga di Merauke, Papua membuat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto marah. "Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," cetus dia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7).

Sebelumnya, beredar video berdurasi 1 menit 20 detik di media sosial yang menunjukkan anggota Polisi Militer TNI AU bersepatu boots menginjak kepala seorang warga.
Hadi pun memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot dua pejabat TNI AU setempat karena dianggap "tidak bisa membina anggotanya".

Yakni, Komandan Pangkalan Udara Johanes Abraham Dimara, Merauke, dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud tersebut. "Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya," ujarnya.

"Jadi saya minta malam ini langsung serah-terimakan. Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," lanjut Hadi.

Terkait insiden Merauke ini, KSAU Fadjar Prasetyo sudah menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut. Ia mengakui bahwa insiden tersebut murni karena kesalahan anggotanya dan bakal menindak tegas mereka.

Menyikapi kasus kekerasan yang dilakukan oknum TNI-AU, Komnas HAM mengecam tindakan dua oknum tersebut. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan tindakan tersebut jauh dari standar dan norma hak asasi manusia yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

"Komnas mengecam keras tindakan aparat kepada warga sipil tersebut, apalagi kemudian diketahui yang bersangkutan berkebutuhan khusus," kata Beka Ulung dalam keterangannya, Rabu (28/7/2021).

Selain itu, lanjut Beka tindakan aparat juga bisa dikategorikan perbuatan yang kejam dan tidak manusiawi jika merujuk pada Konvensi Anti Penyiksaan PBB yang sudah diratifikasi Indonesia. (rel)