16 Juli 2021 | Dilihat: 81 Kali

WASPADA CUACA EKSTREM WILAYAH JAWA BARAT HINGGA SULAWESI SELATAN

noeh21
Illustrasi
    
Jakarta – bravonews.com || BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca sepekan kedepan di Indonesia terhitung 16 sampai 23 Juli mendatang. BMKG memprediksi sejumlah wilayah Indonesia akan dilanda cuaca ekstrem

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer tidak stabil dalam beberapa hari ke depan.

Hal ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

"Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia," kata Guswanto dalam keterangannya, Jumat (16/7).

"Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia," tambah dia.

Guswanto menuturkan, berdasarkan analisis dari perkembangan dinamika atmosfer tersebut, BMKG memperkirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Berikut daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat disertai kilat:
16-18 Juli 2021
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

19-21 Juli 2021
Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

22-23 Juli 2021
Maluku, Papua Barat, dan Papua.

BMKG mengimbau masyarakat diwilayah-wilayah tersebut tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan. Sebab hujan berpotensi secara sporadis, lebat dan durasi singkat disertai petir dan angin kencang bahkan hujan es.

Hujan tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
(Net)