21 Oktober 2021 | Dilihat: 129 Kali

PERINGATI PEMERINTAHAN JOKOWI-MARUF AMIN, MAHASISWA DEMO TANPA MENGINDAHKAN PROKES

noeh21
Para mahasiswa menggelar aksi demo di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat
    
BRAVO8NEWS.COM - Memperingati 2 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, Kamis (21/10/2021) mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Massa aksi terdengar bernyanyi menyerukan agar Jokowi mundur dari jabatannya. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan 'Pulangkan Jokowi'. "Mundur-mundur Jokowi. Mundur Jokowi sekarang juga," kata perwakilan mahasiswa dari atas mobil komando dengan pengeras suara.

Tampak massa aksi lainnya mengikuti yel-yel yang diucapkan perwakilan mahasiswa di atas mobil komando. Saat berorasi, terlihat para mahasiswa tidak menjaga jarak satu sama lain alias mengabaikan protokol kesehatan (Prokes).

Sejumlah massa aksi gabungan dari Aliansi BEM SI menggelar aksi dalam rangka peringatan 2 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Massa rencananya melanjutkan longmarch menuju Istana Merdeka, Jakarta, namun langkah mereka menuju Istana dicegah polisi yang melakukan pemblokiran jalan.

Sementara ratusan mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI menutup jalan protokol di sekitar Bundaran Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. "Pak polisi mohon maaf, kami terpaksa menutup jalan karena bapak-bapak menahan kami. Tujuan kami di sana (Istana)," kata salah seorang mahasiswa.

Aparat kepolisian sengaja menahan ratusan mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI tersebut karena di sisi di depan pintu Monas tepatnya Jalan Silang Merdeka Daya Barat, sudah ada setidaknya 450 mahasiswa dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang sudah berkumpul sejak pukul 10.00 WIB.

Arus lalu lintas pun tersendat di Jalan Merdeka Barat arah Istana Negara menuju Bundaran HI, serta arah Jalan Abdul Muis menuju Jalan Medan Merdeka Selatan. Polres Metro Jakarta Pusat dibantu aparat TNI telah melakukan persiapan pengamanan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan.(Omi)