19 Juli 2021 | Dilihat: 95 Kali

DIINGATKAN AGAR TAK DEMO, JUSTRU NGEYEL, SEJUMLAH MAHASISWA DIBAWA KE POLRES

noeh21
Negoisasi mahasiswa dan polisi buntu
    
BRAVO8NEWS.COM - Diimbau dan  diingatkan agar tak melakukan demo karena selain melanggar PPKM Darurat juga tanpa ada izin unjuk rasa, justru melempari petugas dengan batu dan kayu, sejumlah mahasiswa terpaksa diangkut ke Polres Jakarta Pusat.  Puluhan pendemo tersebut mengatas namakan HMI dan SEMMI  menutup jalan, dengan tuntutan menolak perpanjang PPKM Darurat, didepan Kantor Sekretariat Cilosari 17 Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Senin (19/7).

Petugas gabungan berusaha melakukan upaya persuasif dengan mengimbau dan berkordinasi agar masa tidak melanjutkan aksi, namun imbauan tak diindahkan.  
"Awalnya mereka bergerak di depan KFC kemudian menutup jalan," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur M Torik.

Mantan Kapolsek Metro Menteng  juga menegaskan  pada masa PPKM Darurat, kerumunan sangat dilarang, termasuk unjukrasa apalagi di lokasi objek vital negara.  "Jadi tidak benar kalau polisi menyerang sekretariatan. Saat ini kita sudah amakan 15 orang pengunjukrasa, untuk kita lakukan pemeriksaan," tegasnya.

Guntur juga  menjelaskan massa dengan penanggung jawab lapangan Ismail itu berkumpul mengatasnamakan Jakarta Bergerak (HMI Jakarta Timur, SEMMI Jakarta Pusat dan HMI Jakarta Pustara) yang berjumlah sekitar 30 orang.

Pendemo ini menuntut menolak PPKM diseluruh Indonesia, dengan menggunakan  pengeras suara (toa), tiga buah ban bekas (ban mobil 1 + ban motor 2), dan mengendarai motor. Pendemo juga berencana melakukan aksi unjukrasa ke depan Istana Negara Presiden.

Petugas  terus melakukan himbauan kepada massa aksi untuk tidak melakukan unjukrasa  disaat PPKM Darurat namun tidak direspon baik oleh massa pendemo. Massa justru mengusir petugas dan hendak melawan perugas untuk berhadapan langsung, dari Sekretariat HMI Cilosari.

Karena pendemo terus ngeyel, Tim Ops Polres Metro Jakarta Pusat terus melakukan himbauan kepada  massa aksi namun tidak diindahkan. "Selanjutnya aksi massa dibubarkan kemudian massa aksi dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat. "Ada 15 orang yang diamankan itu karena  melanggar PPKM, mengganggu ketertiban umum," tegasnya

Sementara ada sejumlah warga yang hendak melaporkan peristiwa tersebut karena masa aksi masuk dalam kepekarangan rumah, kini ke 15 peserta aksi lansung amankan ke Polda Metro.(sil)