08 Februari 2022 | Dilihat: 80 Kali

MESKI OMICRON MENINGKAT GELARAN MOTO GP TERLAKSANA SESUAI JADUAL

noeh21
Jokowi dan rombongan saat meninjau sirkuit
    
BRAVO8NEWS.COM - Airlangga Hartarto Menko Perekonomian menegaskan, gelaran MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap sesuai jadual yaitu pada pada 18-20 Maret 2022.

Penegasan Airlangga ini menjawab keraguan publik yang khawatir bila ajang balap motor internasional pada pertengahan Maret 2022 akan terganggu sebab lonjakan kasus harian Covid-19.

"Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri, acara MotoGP di Mandalika harus tetap berjalan sesuai tanggal yang ditentukan," kata Airlangga saat jumpa pers daring, Senin (7/2/2022).

Untuk itu  Airlangga mendorong pemerintah setempat untuk terus menggenjot angka vaksinasi. Harapannya, persentase vaksinasi di luar Jawa Bali dapat semakin memproteksi masyarakat dari varian Omicron.

"Kita melihat vaksinasi akan terus didorong. Tentu dalam situasi seperti ini arahan bapak presiden di luar Jawa harus persiapkan untuk terkait dengan kasus Omicron," jelas Airlangga.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya  mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 08 Tahun 2022 terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada penyelenggaraan Mandalika MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit yang dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada saat Official Pre-Season Test tanggal 11 sampai dengan 13 Februari dan Mandalika MotoGP pada tanggal 18 sampai dengan 20 Maret 2022.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA menyatakan, pengaturan ini ditujukan agar penyebaran virus Covid-19 dapat dikendalikan, baik sebelum, saat dan setelah seluruh rangkaian acara tersebut berlangsung.

"Pengaturan Inmendagri yang berlaku hingga 21 Maret 2022 ini, terdapat beberapa penekanan yaitu pembatasan jumlah penonton paling banyak 100.000 orang, dengan kapasitas paling banyak 10 persen untuk kelas festival," kata Safrizal, Sabtu 5 Februari 2022.

Seluruh penonton juga diwajibkan telah melakukan vaksinasi dosis kedua, serta membawa hasil negatif PCR swab test H-1 dan akan dilakukan skrining dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. (rel)