26 Oktober 2021 | Dilihat: 108 Kali

MAKSUM: PERNYATAAN MENAG TIDAK BERIMPLIKASI KEBIJAKAN DI LAPANGAN

noeh21
Maksum Zuber mantan Sekjen IPNU
    
BRAVO8NEWS.COM - Menyikapi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bahwa Kemenag merupakan “hadiah” dari negara untuk NU, Maksum Zuber, mantan Sekjen PP IPNU, mengungkapkan, bahwa pernyataan itu tidak berimplikasi pada kebijakan di lapangan.

“Karena orang NU seperti Menag yang dipercaya memimpin akan justru berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara, beliau (Menag) berasal dari keluarga Ulama NU yg alim dan allamah, ulama  yang ikhlas berjuang mendedikasikan sebesar-besarnya untuk pembinaan ummat, sebagaimana ulama2 besar lainnya ichlas berjuang, Itu sudah terbukti dalam sejarah, jadi kalau pun begitu, ya tidak akan dimanfaatkan untuk kelompok,” kata Maksum, Selasa (26/10/21)

Bahkan, kalau “flashback” kepemimpinan Menag di PP GP Ansor akan paham maksud dan tujuannya. “Sikap, pernyataan dan keberpihakan beliau itu sudah jelas terhadap Islam yang moderat dan menjaga keseimbangan antara nilai-nilai Aswaja An-Nahdlah dengan kepentingan Bangsa dan Negara. Beliau sangat bisa menyelaraskan dengan baik,” katanya.

Gara-gara pernyataannya Menag Yaqut Cholil Qoumas,  Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah dari negara untuk Nahdlatul Ulama (NU), muncul berseliweran pendapat pro dan kontra yang membuat kegaduhan.

Padahal Gus Yaqut sudah mengklarifikasi kalau pernyataan itu disampaikannya di forum internal yang seharusnya tidak menjadi masalah. Sebab, kata dia, ucapannya itu semata-mata untuk memantik semangat para santri dan pondok pesantren pada acara internal. "Saya sampaikan di forum internal, intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren," ujar Gus Yaqut di Solo, Jawa Tengah, Senin (25/10).

Kini suara lantang muncul dari Eggy Sujana, meminta kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menangkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas karena telah melontarkan pernyataan yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Eggy menyinggung Yaqut potensial dikenakan Pasal 28 ayat (2) UU ITE bahwa pelaku bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Wakil Menag Zainut Tauhid Sa'adi, Selasa(26/10) membuat pernyataan untuk mengakihri polemik soal itu.  "Saya kira apa yang sudah disampaikan Pak Menag bisa dipahami. Penjelasan sudah disampaikan, pro maupun kontra semestinya disudahi," kata Zainut

Mantan wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan bahwa Islam mengajari umat bersikap sabar dan saling menasihati untuk mencari kebenaran. "Semoga kita semuanya bisa melaksanakan ajaran Islam yang sangat luhur tersebut," ujar Zainut Tauhid Sa'adi.(oko)