30 September 2021 | Dilihat: 110 Kali

MAKNA 56 KARYAWAN KPK DIPECAT BERTEPATAN DENGAN PERISTIWA G 30 S PKI

noeh21
ilustrasi
    
BRAVO8NEWS.COM - Tepat Tanggal 30 September 2021 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK dipecat. Artinya ke 56 pegawai itu tak lagi berkantor di Kawasan Kuningan Jaksel. Ironisnya waktu pemecatan besamaan dengan tanggal bersejarah kelam yaitu peristiwa G 30 S.

Kenapa mesti diambil pada hari bersejarah?  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, menjelaskan makna itu diambil dengan harapan  bahaya laten korupsi hilang dari Tanah Air layaknya komunis yang menjadi catatan kelam sejarah bangsa Indonesia.

Menurut Firli  korupsi adalah contoh nyata sebuah laten jahat yang awalnya tersembunyi namun kini muncul setelah dianggap sebagai budaya. "Tidak ada kata lain, laten korupsi yang telah berurat akar di republik ini, harus dibasmi tumpas mulai jantung hingga akar-akarnya sampai tuntas dan tidak berbekas," ujar dia dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Menurut Firli, tidak sedikit nilai-nilai kehidupan yang dapat digali dari sejarah hitam G30S ini. Salah satu cara menyikapi bahayanya yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, agama, budaya, moral dan etika, namun dianggap sebagai kultur atau budaya bangsa sehingga menjadi hal biasa dan menjadi kebiasaan ditengah masyarakat Indonesia.

"Sama halnya dengan laten komunis, pengentasan laten korupsi jelas membutuhkan peran aktif dan konsistensi nasional seluruh eksponen bangsa dan negara, agar penanganan kejahatan korupsi mulai hulu hingga hilir berjalan efektif, tepat, cepat, dan efisien," kata dia.

Menurut Firli siapapun yang menganut laten korupsi, jelas telah menghilangkan sisi kemanusiaan pada dirinya dan mengingkari nilai-nilai agama dan ketuhanan yang dipercayainya, serta telah mengkhianati bangsa dan negara.

"Mari, kita jadikan momentum peringatan tragedi berdarah G30S PKI, untuk menggelorakan selalu semangat dan ruh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah, serta menumbuhsuburkan semangat Bhineka Tunggal Ika dan nilai budaya Antikorupsi dalam menumpas laten korupsi yang terlanjur menggurita di republik ini," kata dia. (ko)