11 Agustus 2021 | Dilihat: 93 Kali

GAWAT JANGAN SEPELEKAN, SUHU BUMI BISA NAIK 1,5 DERAJAT CELSIUS

noeh21
ilustrasi
    
BRAVO8NEWS.COM - Pencemaran karbondioksida sudah sedemikian gawat, dunia diprediksi hanya punya waktu 15 tahun sebelum melampaui ambang batas kenaikan suhu Bumi sebesar 1,5 derajat Celcius pada akhir abad.

Kesimpulan itu termasuk dalam laporan Panel Antarnegara untuk Perubahan Iklim (IPCC) yang beranggotakan 195 negara. Studi yang dirilis Senin (9/8) itu menganalisa lebih dari 14.000 studi iklim untuk memberikan gambaran yang paling jelas tentang kondisi planet saat ini. "Laporan ini membuka mata kita," kata Valérie Masson-Delmotte yang ikut menyusun studi tersebut, demikian dikutip dari DW Indonesia, Rabu (11/8/2021).

Dengan membakar bahan bakar fossil dan melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer Bumi, aktivitas manusia menghangatkan suhu rata-rata Bumi sebanyak 1,1 derajat Celcius. Di seluruh dunia, kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya gelombang panas, hujan lebat atau siklon tropis. Adapun di sejumlah kawasan, musim kemarau diprediksi akan berlangsung lebih lama.

Sejak laporan terakhir IPCC pada 2014 silam, ilmuwan kini lebih yakin bahwa perubahan iklim memperkuat potensi kebakaran hutan, bencana banjir atau cuaca ekstrem. Solusi paling cepat adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fossil. Tapi laju dekarbonisasi sejauh ini terhadang sikap pemerintah, pelaku usaha atau konsumen. "Ketika saya melihat hasil temuan kami, saya berpikir kita sudah menghadapi krisis iklim," kata Sonia Seneviratne, ilmuwan iklim di Institute for Atmospheric and Climate Science di Universitas ETH Zuric, Swiss. "Kita punya masalah yang sangat besar."

Meski sasaran 1,5 Celcius akan gagal tercapai dalam beberapa dekade ke depan, rata-rata suhu Bumi bisa dikembalikan ke level aman pada akhir abad dengan menerapkan pengurangan emisi yang ekstrem. Selain dekarbonasi ekonomi, rencana itu juga melibatkan upaya penyedotan CO2 dari atmosfer Bumi. Tapi teknologi yang dibutuhkan masih sedemikian mahal, sehingga cara ini diragukan bisa ampuh dalam skala yang dibutuhkan. (rel)