26 Januari 2022 | Dilihat: 73 Kali

BABINSA HARUS PEKA, JARUM JATUH DI WILAYAHNYA HARUS TAHU DIMANA

noeh21
Ilustrasi
    
BRAVO8NEWS.COM - Gerakan ekstremis-radikal yang mungkin muncul di level akar rumput jangan diabaikan. Bintara Bina Desa (Babinsa) harus mengetahuinya gerakan mereka. "Pantau terus gerakannya membahayakan laporkan polisi," tegas Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Artinya, Babinsa punya tugas dan wewenang menangkal gerekan intoleran. Ibarat kata dimana jarum jatuh Babinsa harus tahu. Nantinya  Babinsa mampu mengumpulkan informasi mengenai gerak-gerik kelompok ekstremis-radikal dan menginisiasi tindakan berupa laporan, serta koordinasi dengan kepolisian di daerah binaannya.

Dalam rangka mengecek kesiapsiagaan serta mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis, baik lingkup global, regional, maupun nasional yang berkembang sangat dinamis dan kompleks. Antisiasi perkembangan global terhadap kemungkinan adanya ancaman terhadap kedaulatan NKRI, Apel Gelar kesiapan pasukan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Di hadapan peserta apel, Kasad menyampaikan bahwa sebagai salah satu garda terdepan, TNI AD dituntut harus memiliki tingkat kesiapsiagaan yang optimal sehingga siap menjalankan amanat tugas dari negara, kapanpun dan di manapun dibutuhkan. “Apel gelar pasukan ini memiliki makna sangat stategis bagi TNI AD sebagai salah satu bentuk sederhana untuk mengukur kesiapsiagaan satuan TNI AD dalam melaksanakan tugas-tugas kita sebagai bagian integral dari TNI yang merupakan komponen utama pertahanan negara,” ujarnya.

KASAD Dudung
Dikatakan Kasad, apel gelar pasukan ini juga guna mengecek kondisi prajuritnya secara langsung di lapangan, karena apabila mengambil keputusan atau kebijakan harus melihat kondisi prajurit di lapangan.

Terkait dinamika yang berkembang saat ini, tutur Kasad bahwa kelompok-kelompok radikal sudah masuk diberbagai elemen masyarakat termasuk kaum pelajar, sehingga seluruh personel TNI AD harus menyiapkan segala kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi.

“Saya katakan bahwa TNI AD ini sangat strategis, maka saya perintahkan kepada mereka untuk mengecek setiap saat dan setiap waktu tentang perkembangan - perkembangan dan mereka harus tahu siapa-siapa pelakunya, sehingga akan memudahkan apabila kita bertindak,” tegas Kasad.

Meskipun dikenal sebagai satuan militer yang erat dengan Orde Baru, Babinsa nyatanya sudah ada sejak Era Orde Lama. (oko)