30 Desember 2021 | Dilihat: 71 Kali

MEMBANGUN ACEH PERLU KEPALA DAERAH YANG MUMPUNI

noeh21
Ilustrasi Mesjid Baitulrahman Aceh -ist
    
BRAVO8NEWS.COM - Baru-baru ini beredar viral baik di media sosial maupun group WA, dimana Video pasangan yang diduga berzina dihukum masuk parit yang airnya hitam berlumpur. Pasangan pria dan wanita ini dipaksa merayap di dalam selokan yang kotor. Video viral ini diunggah oleh akun Instagram @andreli_48, Senin (27/12).

Dalam ungahan video viral itu memperlihatkan pasangan pria dan wanita tengah menjalani hukuman warga merayap di selokan yang berlumpur hitam. Di parit itu, tampak pria merayap berada di depan dan wanitanya mengikutinya dari belakang.
 
Terlihat pria yang mengenakan kaos putih ini menyusuri got dengan cara merayap. Akibatnya, baju yang dikenakan berlumuran lumpur kotor. Sementara wanita yang bejilbab ini menyusuri parit dengan cara merangkak. Sehingga pakaiannya masih terlihat bersih.

Mereka dalam menjalani hukuman ini disaksikan warga. Bahkan ada warga yang emosi. Warga ada yang menginjak badan pria yang sedang merayap. Bahkan ada yang menendang pantat wanita agar jalannya merayap bukannya merangkak. Video viral ini terjadi di Aceh. Namun, belum diketahui waktu, lokasi, dan kronologi kasus perzinahannya seperti apa. Belum terkonfirmasi.

Belum lama ini terjadi, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Nagan Raya, Aceh, diduga diperkosa 14 pemuda. Korban sempat disekap selama dua hari oleh para pelaku. Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (11/12/2021) malam.

Kepada polisi, korban mengaku disekap dan diperkosa di salah satu kamar kafe di Nagan Raya. "Pengakuan sementara korban dari rumah untuk membeli bakso bakar, namun hingga menjelang tengah malam, tidak kunjung pulang ke rumah," ujar Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud saat dimintai konfirmasi, Jumat (17/12/2021).

Machfud mengatakan ibu korban sempat mencari anaknya ke sejumlah tempat, tapi tidak ditemukan. Korban kemudian diketahui berada di kafe tersebut pada Selasa (14/12). Ibu korban menjemput anaknya untuk dibawa pulang. Menurut Machfud, korban mengaku telah diperkosa RK (18) dan 13 pria lainnya.

Aktivis Hak Asasi Manusia di Filipina mengkhawatirkan meningkatnya penyebaran konten pornografi anak secara online di tengah wabah corona. Angka kasus eksploitasi seksual terhadap anak-anak di dunia maya terutama mencuat di semua negara.  Data Pusat Pengaduan untuk Kekerasan Anak mencatat 279.000 kasus aduan dalam periode Januari-Maret, atau naik 265% dalam jumlah kasus tahunan.

Penyalahgunaan Teknologi Ponsel dan akses internet mempermudah siapa pun untuk menjual konten seksual di internet. Adapun pembayaran melalui layanan pengiriman uang tunai internasional membuat pelaku sulit dilacak.

Salah satu perkara adalah keenggaanan penyedia jasa telekomunikasi untuk memblokir konten seksual anak-anak. Tidak jarang kasus eksploitasi seksual diadukan oleh kepolisian asing yang melacak jejak pelaku ke Filipina.
 
“Sangat disayangkan bahwa 11 tahun setelah adanya undang-undang yang melarang pornografi anak, penyedia jasa internet masih tidak mau menggunakan teknologi filter. Tanpanya, tren mengeksploitasi anak akan terus berlanjut,” katanya.

Itulah perlunya membangun Aceh oleh kepala daerah yang peduli akan wilayah Aceh dan tentunya punya wawasan yang mumpuni dan berkepribadian bermanfaat bagi orang banyak.  

Tokoh muda dari Aceh Irwan Tomy mengatakan, Aceh cuma sedikit lebih besar dari penduduk kota Jakarta Timur dengan 3 jutaan jiwa. Tidak ada yang tidak mungkin.
Aceh ini memang besar apabila dikerjakan secara sendiri-sendiri seperti yang dilakukan hari ini. Ayo memulai Aceh dengan politik yang kolaboratif agar semua mendapat bagian dan porsi dalam laju perkembangan zaman.

Aceh masih sangat membutuhkan orang-orang yang Beyond the limit untuk nimbrung dan berkiprah dalam dunia politik yang berkearifan lokal ini (mumpuni). Sinergitas dan kolaborasi adalah kunci melepas semua keterikatan-keterikatan kita agar dapat melaju melesat secepat kilat menyongsong masa depan.

 Sebab generasi tua adalah patron anak-anak muda. Generasi tua adalah pembuka jalan, generasi muda adalah pengurai benang-benang yang kusut untuk kemudian dapat dirajut kembali. Saya merasa senang dapat ikut andil dalam beberapa kesempatan dalam mendorong siapaun orang-orang yang Beyond the limit itu.(oko/berbagai sumber)