23 Oktober 2021 | Dilihat: 82 Kali

HARI SANTRI YANG ISTIMEWA

noeh21
Foto bersama para tokoh
    
BRAVO8NEWS.COM -  Saya ikut merayakan hari Santri Nasional 22 Oktober 2021 ini dengan acara istimewa. Bersama sama Lilik Soegianto Lie, aktifis GusDurian,  menemani Bhante Karma dari Vihara Boddhicitta,  sowan ke Ketua PBNU,  Kyai Haji Said Aqil Siradj. Lalu setelahnya Bhante Karma mengundang  saya ke viharanya di Penjaringan, Jakarta Utara.

"Beliau sosok yang welas asih. Saya mengaguminya, " kata Bhante Karma usai pertemuan singkat itu. Ternyata tamunya di kantor pusat NU di Jl. Kramat Raya 164 di lantai 5 pada Rabu (20/10) petang itu -  sangat banyak. Kami sengaja membatasi diri setelah memberikan hadiah dan bingkisan.

"Ini dari Tibet kami persembahkan khusus untuk Abuya, " katanya kepada KH Aqil Siradj, memberikan selendang (Khatag) dan alat untuk pemberkatan ala Budha (Vajra Kilaya) -  seraya menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional kepada pak kyai. KH Agil Siraj menerima dengan takzim.

"Wah,  bagus sekali. Ini istimewa.  Jangan disimpan di sini, saya akan bawa ke rumah. Buat koleksi saya, " katanya, spontan.
"Saya ada di Taiwan ketika Abuya berkunjung ke Budha Tsu Chi, " ucap Bhante, setelah duduk bersama lagi.

"Oh ya..beliau luar biasa. Kami diterima satu jam oleh beliau. Padahal tamu lain hanya 30 menit, " kata Agil Siraj tentang pertemuannya dengan Biksuni Cheng Yen, pendiri Budhha Tsu Chi.  "Beliau sosok luar biasa. Seumur hidupnya hanya memikirkan orang lain dan beramal, " katanya.

Setelah mengobrol kian kemari, Bhante meminta izin mendoakannya. KH Agil Siraj mempersilakan. Akhirnya kami berdoa bersama. Untuk pertama kali,  dari jarak yang sangat dekat,  saya mendengarkan pembacaan doa rohaniawan  Budha. Menggumankan mantera panjang mirip dzikir umat NU juga. Panjangnya dua kali pembacaan Al Fathihah, Al Ikhlas, An Nas, Al Falaq dan Ayat Kursi yang digabungkan.

 
"Wah,  terima kasih sama Lilik dan Pak Dimas. Saya sangat bahagia hari ini, " kata Banthe,  sehabis audidensi petang itu. Lalu Bhante mengundang saya ke viharanya. " Besok ada acara makan siang. Kalau ada luang,  kami undang Pak Dimas, "ajaknya.

Lilik mengingatkan agar saya datang lebih pagi,  kalau mau datang. Sebab Bhante hanya boleh makan pagi sampai jam 12.00 setelah itu tidak makan lagi. Sampai besok paginya.

Setelah disebut bahwa dia berulang tahun dan dirayakan di resto vegetarian itu dia menyatakan,  "Bertemu Abuya  hadiah ulang tahun saya yang paling berkesan, " kata rohaniawan Budhis yang juga genap 56 tahun dan berwajah cerah ini. "Pertemuan dengan Abuya adalah pengalaman luar biasa,  " katanya mengulangi kegembiraan pada keesokan harinya di PBNU. "Saya lihat beliau sangat lelah. Tanggung jawabnya besar, " tambahnya.

Tokoh tokoh istimewa yang saya jumpai pekan ini;  Prof.Dr. KH Said Agil Siradj MA -  Bhante Lama Karma Zopa Gyatsho dan Lilik Sugianto Lie memiliki cerita masing masing. Sebelum audensi dan dalam acara makan kami banyak ngobrol berlanjut juga saat kami ke viharanya di Penjaringan - Jakarta Utara.
Yang disampaikan di atas merupakan cerita pengantarnya.

Sebelum cerita bersambung, lebih dulu saya berterima kasih kepada Lilik Sugiantor Lie yang mempertemukan dengan Bhante Karma dan berlanjut sowan ke KH Agil Siraj dan makan enak ala umat Budhis di resto vegetarian di Pluit. Berlanjut dengan doa bersama dan transfer energi di vihara BoddhiCitta. Sungguh istimewa.
Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.
Sabbe Satta bhavantu sukhitatha
Amin Allahuma Amin.
Ayu Hayu Rahayu. (supriyanto MS)