25 Juli 2021 | Dilihat: 214 Kali

PPKM LEVEL 4 DIPERPANJANG, PERLU TINDAKAN LEBIH TEGAS

noeh21
ilustrasi
    
BRAVO8NEWS.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4  diperpanjang mulai 26 Juli sampai 2 Agustus 2021. Hal tersebut disampaikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi)  melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden dari Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/7/2021).

Sebelumnya, pemerintah menerapkan PPKM darurat pada 3-20 Juli di Jawa dan Bali, serta 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali. Selanjutnya, kebijakan tersebut diperpanjang hingga 25 Juli 20201 dan berganti nama menjadi PPKM level 4 dan 3.

Ditempat terpisah, Epidemiolog Universitas Jenderal Soedirman, dr Yudhi Wibowo mengatakan, PPKM bisa saja dilonggarkan dengan catatan pemerintah bisa menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Menurut dia, ini bisa membuat ekonomi berjalan. "Penindakan tegas bagi yang melanggar prokes. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan akselerasi vaksin," kata Yudhi saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (25/7/2021).

Meski demikian, berdasarkan data yang dimilikinya, saat ini Indonesia belum bisa melakukan pelonggaran kegiatan masyarakat. Menurutnya, relaksasi PPKM baru bisa dilakukan bila temukan kasus positif di bawah 10 ribu kasus per hari. "Secara data sampai dengan tanggal kemarin itu belum ada penurunan kasus dan kematian yang signifikan. Yang paling penting sebenarnya adalah implementasi kebijakan yang konsisten dan tegas. Ini penyebab masalah kenapa dengan berbagai kebijakan, hasilnya tetap belum efektif," ungkap Yudhi.

Namun, jika memang opsi relaksasi PPKM akhirnya dipilih, selain memberikan tindakan tegas, pemerintah tetap membantu masyarakat bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19. "Karena dilarang pun dilanggar dan terkesan tidak ada tindakan tegas. Sekarang dilonggarkan tapi ada tindakan tegas bagi yang melanggar," kata Yudhi.

Dia pun menuturkan, tindakan tegas ini diperlukan. "Rasa takut diperlukan untuk disiplin dan kebaikan," tutur Yudhi. (ytb)