28 September 2021 | Dilihat: 239 Kali

MUDAHNYA GATOT NGOMONG SOAL PKI TANPA BUKTI

noeh21
Gatot N
    
BRAVO8NEWS.COM - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantio kembali mengangkat isu PKI dengan dasar hilangnya diorama di Museum Makostrad  yang ada patung Soeharto, Sarwo Edhie, dan Nasution beserta 7 pahlawan revolusi. "Diorama tersebut  mencerminkan penumpasan pemberontakan G30SPKI dikendalikan oleh Pak Harto," katanya.

Dari dasar itulah  Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengaitkan adanya paham komunis di tubuh TNI dengan hilangnya diorama dan patung-patung tokoh militer terdahulu di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus).

Tentu saja pihak Kostrad  tak tinggal diam dengan tuduhan ngasal tanpa bukti. Bahwa inisiatif pembongkaran patung-patung tersebut bukan berasal dari pihaknya.
"Bahwa tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad," ujar Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Haryanta dalam keterangan tertulis, Senin(27/9).
 
Diuraikan, Haryanta, pada Senin (30/8), mantan Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution menemui Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman. Pertemuan kala itu juga dihadiri Kaskostrad dan Irkostrad. "Yang bertujuan meminta untuk pembongkaran patung-patung tersebut," ucap Haryanta.

Haryanta menjelaskan, Azmyn Yusri Nasution adalah penggagas pembuatan patung-patung tersebut. Pembuatan patung dilakukan kala Azmyn Yusri Nasution menjabat Pangkostrad, sejak 9 Agustus 2011 hingga 13 Maret 2012.

"Bahwa pembongkaran patung-patung tersebut atas keinginan dan ide Letnan Jenderal TNI (purn) Azmyn Yusri Nasution, karena pada saat menjabat Pangkostrad periode (9 Agustus 2011 s/d 13 Maret 2012) beliau yang membuat ide untuk pembuatan patung-patung tersebut," terang Haryanta.

"Letnan Jenderal TNI (purn) Azmyn Yusri Nasution meminta untuk patung-patung yang telah dibuatnya untuk dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilakan," sambung Haryanta.

Letjen Dudung Pangkostrad, mendengar celotehan Gatot  mengaku kecewa  Gatot yang menyebut tanda PKI sudah masuk ke TNI. Ia menegaskan sebagai prajurit TNI, dirinya tidak akan pernah melupakan peristiwa G30S.

Dudung  menyebutkan sebagai senior seharusnya Gatot melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada dirinya sebelum menyampaikan pernyataan itu. Dalam agama Islam sudah dijelaskan ada istilah tabayyun. "Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa," tutur dia.

Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin merespon pernyataan mantan Panglima TNI (purn) Gatot Nurmantyo, sebaiknya Gatot  mengungkap siapa  yang menyebarkan paham komunis di TNI. “Jadi sebaiknya sebutkan saja orangnya siapa yang penyebar paham komunis di TNI tentu dengan bukti yang kuat. Proses secara hukum,” tegasnya. (tim)