03 Juli 2021 | Dilihat: 59 Kali

LUHUT MINTA, KABARESKRIM TINDAK TEGAS ORANG YANG MENAIKKAN HARGA OBAT

noeh21
Luhut B Panjaitan
    
JAKARTA - Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi gregetan ada mafia obat di tengah pandemi Covid-19. "Harga obat itu mulai tidak teratur, dinaik-naikkan. Jadi seperti obat ivermectin itu sampai harga berapa puluh ribu, padahal itu sebenarnya hanya Rp7.800 atau Rp8.000 atau di bawah Rp10.000," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Sabtu (3/7/2021).

Luhut  meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang mencoba menaikkan harga obat yang tak sesuai dengan aturan. "Saya minta pada Kabareskrim jangan ragu-ragu, kita dalam keadaan darurat seperti ini juga tadi dari kejaksaan kita harus tindak tegas orang-orang yang bermain-main dengan angka ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan pihaknya akan mendukung setiap langkah penegakan hukum tanpa pandang bulu siapapun oknum yang terlibat di belakang permainan harga tersebut. "Saya ga ada urusan siapa dia, ga ada urusan backing-backing pokoknya sampai ke akar-akarnya kita cabut aja," tegas Luhut.

Dalam hal ini, katanya, Ia tak ingin ada masyarakat yang meninggal karena bermasalah dengan obat-obatan selama masa pandemi. Ia berkaca pada peningkatan kasus kematian dalam beberapa hari terakhir. Dia mengatakan dalam tiga hari terakhir banyak menemukan penjualan obat yang mematok harga terlampau tinggi.

"Angka kematian naik, jadi kalau sampai orang meninggal gara-gara obat, gara-gara anda bikin obat ngga benar, para produsen atau distributor-distributor yang main saya mohon nanti pak Agus (Kabareskrim) dengan kejaksaan melakukan patroli pengecekan di mana dan tindakannya ga usah tanya berupa apa, langsung diproses langsung dihukum aja dan izinnya nanti kalau perlu kita cabut," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menetapkan daftar harga eceran tertinggi (HET) 11 obat melalui Surat Keputusan Menkes nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 yang diteken pada 2 Juli 2021. HET yang dimaksud tersebut merupakan harga jual tertinggi yang dipasarkan di apotek, instalasi farmasi rumah sakit, atau klinik dan berlaku di seluruh Indonesia. (oko)