29 Januari 2022 | Dilihat: 187 Kali

KEPENGURUSAN APAMSI DIKUKUHKAN MENGUSUNG TEMA MENDUKUNG TRANSISI ENERGI

noeh21
Agung Laksono
    
BRAVO8NEWS.COM - Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI),Rabu, 26 Januari 2022 mengukuhkan  Kepengurusan APAMSI bertempat di kantor Sekretariatnya Jl. Wijaya 1 No.71, Petogogan Jakarta Selatan.

Pengukuhan Kepengurusan Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia mengusung tema “Mendukung Transisi Energi.” Berikut susunan pengurus yang dikukuhkan:

Ketua Dewan Penasihat :Bapak Dr. (H.C) dr. H.R. Agung Laksono
Ketua Dewan Pakar : Bapak Ir. Eddie Widiono, S. M.Sc, M.M.
Anggota Dewan Penasihat : Bapak Basilio Dias Araujo, S.S, M.A.
Bapak Taufik Bawazier, M.Si
Anggota Dewan Pakar : Bapak Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA.
Bapak Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. IPU

PENGURUS
Ketua umum : Bapak Ir. Linus Andor Maulana Sijabat, IPU.FIRSE.Asean Eng.
Sekretaris Jendral : Bapak Jackson Tandiono B.Sc., B.A.
Bendahara umum : Bapak Andi Nugraha S.T
Dan bidang-bidang khusus APAMSI :
Bidang I – Pengembangan Usaha & Promosi :
Ketua : Bapak Dedi Lukman SE (PT Sky Energy Indonesia)
Sekretaris : Ibu Drh. Suwarti (PT Indodaya Cipta Lestari)
Bidang II – Hubungan Kelembagaan, Regulasi & Arbitrase
Ketua : Bapak Ganda Yudha ST., MBA (PT LEN Industri)
Sekretaris : Bapak Ir. Anshar Muchtar (PT Adyawainsa Electrical & Power)
Bidang III – Pengembangan SDM, Standarisasi & Kompetensi
Ketua : Bapak Ir. Moh. Budi Prasetyo (PT Wijaya Karya Industri Energi)
Sekretaris : Bapak Ir. Budiman Setiawan. MM, (PT Surya Utama Putra)

Acara Pengukuhan Kepengurusan APAMSI tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari 12 anggota APAMSI dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol Kesehatan. Dengan konsistensi penerapan TKDN maka untuk mencapai energi mix tahun 2025 akan dibutuhkan tambahan sekitar 10 ribu tenaga kerja.

“Sekarang kita dihadapkan pada situasi global dan nasional tentang kebutuhan transisi energi terutama menggunakan energi baru dan terbarukan, peluang yang cukup besar, potensi yang cukup besar, hanya pemanfaatan atau mengkapitalisasinya yg kita lakukan memang belum optimal.


Angka presentasi bauran energi terbarukan (11,2%) masih sangat kecil dari target pencapaian 23% tahun 2025, sehingga sangat tepat apabila itu dilakukan secara bersama-sama sebagai suatu kekuatan besar, sehingga akan lebih kuat.” ungkap Bapak Dr. (H.C) dr. H.R. Agung Laksono selaku Ketua Dewan penasihat APAMSI.

Beliau juga menyampaikan bahwa TKDN modul surya harus di dorong terus agar benar-benar kita menjadi tuan di negeri sendiri. Selain itu, mengenai tenaga surya beliau mengatakan bahwa sangat sesuai dengan situasi demografi kita, situasi topografi kita, situasi negeri kita yang terdiri dari pulau – pulau kecil yang ribuan jumlahnya dan pulau pulau besar yang saya kira akan lebih menghemat tenaga, akan lebih mengurangi pembiayaannya apabila kita menggunakan sumber daya alam yang sudah ada, yang cukup banyak, apakah itu tenaga surya dan tenaga-tenaga yang lain dari air, angin dst.

“Transisi energi membuat suatu hal yang lain lagi, yaitu regionalisasi, tidak semua negara punya matahari seperti kita, tidak semua negara punya lahan kosong yang bisa dibangun PLTS. Tren regionalisasi yang energi listrik itu sedang meng-global, diibangun dengan istilah global energy interconnection, suatu ide untuk menyambung pusat industri dengan sumber sumber energi primer di seluruh dunia, bersumber dari energi terbarukan.

India mengadakan yang di sebut one sun, one world one grid dengan 60 negara kemarin di glasglow tandatangan untuk sama-sama membangun jaringan global supaya listrik dari matahari ini bisa dinikmati bersama.” tutur Bapak Ir. Eddie Widiono, S. M.Sc, M.M. selaku Ketua Dewan

Pakar APAMSI
Sementara itu, mengakhiri sambutannya Bapak Ir. Eddie Widiono, S. M.Sc, M.M, selaku Ketua Dewan Pakar APAMSI mengatakan untuk memperbanyak komunikasi kepada semua pihak, harus didorong pemahaman bahwa energi terbarukan harus dibangun lebih cepat di Indonesia. (rel)