23 Agustus 2021 | Dilihat: 75 Kali

Konvergensi Stunting Terhadap Anak Di Bawah Usia 2 Tahun Naik

noeh21
Tangkapan layar Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat memberikan sambutan secara virtual dalam Rapat Koordinasi Nasional yang dipantau via daring di Jakarta, Senin (23/8/2021). (FOTO ANTARA)
    
Jakarta bravo8news.com|| Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan bahwa konvergensi stunting terhadap anak di bawah usia 2 tahun naik menjadi 32, 96 persen dari dari 27,34 persen. Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya

"Konvergensi terhadap ibu hamil meningkat dari 38, 41 persen menjadi 47, 49 persen. Konvergensi stunting terhadap anak di bawah usia 2 tahun dari 27, 34 persen menjadi 32, 96 persen, " katanya saat memberikan sambutan secara virtual dalam Rapat Koordinasi Nasional yang dipantau  via daring di Jakarta, Senin.

Ke depan, kata dia, kegiatan konvergensi stunting di desa akan terus ditingkatkan, baik dari usia 0-2 tahun, maupun ibu hamil.

Oleh karena itu, Mendes PDTT menyampaikan, terdapat enam fokus kebijakan pembangunan desa demi meningkatkan konvergensi stunting. Pertama, pendataan mikro yang berkelanjutan kepada ibu hamil dan anak usia 0-2 tahun.

Kedua, pendampingan pelaksanaan konvergensi stunting. Ketiga, peningkatan kapasitas pelayanan posyandu. Keempat, peningkatan pembangunan rumah layak huni, terutama terkait pengadaan fasilitas air bersih. Kelima, peningkatan keikutsertaan dalam jaminan kesehatan, terutama untuk ibu dan anak. Dan Enam, pemenuhan akta kelahiran untuk seluruh anak.

Dalam kesempatan itu, Mendes PDTT memainkan menambahkan bahwa pembangunan desa memastikan percepatan penurunan stunting di desa.

"Pembangunan desa ini memastikan percepatan penurunan stunting di desa, desa akan tetap memilih prioritas dalam membangun masa depan anak dengan memperhatikan kesehatan dan pendidikan anak, termasük memperhatikan kesehatan dan pendidikan ibu" kata gus halim demikian ia biasa disapa.

la mengharapkan anak-anak Indonesia tumbuh sehat sehingga menjadi anak bangsa yang membanggakan dan menghormati kemanusiaan

"Semoga anak-anak Indonesia dan kita semua diberikan kesehatan dan dilindungi dari wabah COVID-19, demikian Abdul Halim Iskandar.