29 Oktober 2021 | Dilihat: 97 Kali

KORUPTOR DI INDONESIA BAKAL DIHUKUM MATI, ATURANNYA LAGI DIKAJI

noeh21
Burhanuddin ST
    
BRAVO8NEWS.COM - Hukuman mati bagi para pelaku  tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara kini sedang dikaji. Penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara dimaksud.

Penegasan itu disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberikan briefing kepada Kajati, Wakajati, para Kajari dan Kacabjari, di Kalimantan Tengah, Kamis (28/10/2021).

Namun kajian itu, tambah Jaksa Agung,  harus tetap mempertimbangkan dan memperhatikan hukum positif yang berlaku serta nilai-nilai hak asasi manusia (HAM).

Pada sisi lain, Burhanuddin menyampaikan kemungkinan konstruksi lain yang akan dilakukan. Misal memastikan perampasan terhadap harta kekayaan para pelaku korupsi demi menggantikan kerugian negara.

"Agar hasil rampasan juga dapat bermanfaat langsung dan adanya kepastian baik terhadap kepentingan pemerintah maupun masyarakat yang terdampak korban dari kejahatan korupsi," ujar Burhanuddin.

Adapun terkait kajian hukuman mati itu disampaikan Burhanuddin, menyusul perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung merugikan negara puluhan triliun rupiah. Sebut saja kasus Jiwasraya dan Asabri.

"Sangat memprihatinkan kita bersama dimana tidak hanya menimbulkan kerugian negara (kasus Jiwasraya Rp 16,8 triliun dan Asabri Rp 22,78 triliun) namun sangat berdampak luas baik kepada masyarakat maupun para prajurit," kata Burhanuddin. (wal)