12 Oktober 2021 | Dilihat: 70 Kali

ISTRINYA BUPATI PROBOLINGGO, SUAMINYA JADI ANGGOTA DPR, KEDUANYA JADI TERSANGKA

noeh21
Bupati nonaktif Probolinggo dan suamnya tersangka TPPU
    
BRAVO8NEWS.COM  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya yang Anggota DPR RI Hasan Aminuddin  sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). KPK telah memeriksa para saksi yang diduga mengetahui perbuatan kedua  tersangka.

Penetapan tersangka ini  hasil pengembangan dari kasus dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2021. "Adanya bukti permulaan yang cukup, tim penyidik melakukan pengembangan perkara khusus untuk tersangka PTS dan tersangka HA dengan kembali menetapkan keduanya tersangka TPPU," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Penyidik KPK menurut Ali telah  memeriksa para saksi terkait kasus tersebut. Pada Senin (11/10) tim penyidik KPK telah memeriksa 11 orang saksi atas TPPU Puput dan suaminya di Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur. Para saksj itu, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

Saksi lain, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Probolinggo Mariono, honorer pada Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Winata Leo Chandra, Hendro Purnomo selaku perangkat desa, Hapsoro Widyonondo Sigid selaku notaris, seorang pensiunan bernama Sugito, dan Pudjo Witjaksono dari pihak swasta.

Dua hari sebelumnya penyidik juga memeriksa enam saksi, yakni Nunik selaku wiraswasta dan lima PNS masing-masing Miske, Meliana Dita, El Shinta N, Winda Permata, dan Tatug Edi U di PolresProbolinggo. "Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dan kepemilikan aset dari tersangka PTS dan tersangka HA," ujar Ali.

Pihak KPK sebelumnya telah menetapkan Puput dan suaminya sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi jabatan di Pemkab Probolinggo. Keduanya bersama Doddy Kurniawan (DK) selaku ASN/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, dan Muhammad Ridwan (MR) selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo, merupakan tersangka penerima. Tetcatat ada 18 orang sebagai pemberi suap merupakan ASN Pemkab Probolinggo.(Omi)