24 Januari 2022 | Dilihat: 84 Kali

PEMUKA ADAT DAYAK MINTA POLRI SEGERA TANGKAP EDY MULYADI CS

noeh21
Salah satu pemuka adat Dayak
    
BRAVO8NEWS.COM - Seluruh lapisan suku adat Dayak sampai titisan Panglima Burung meminta @kepalakepolisian_ri untuk segera menangkap Edy Mulyadi CS. Apabila dalam 1x24 jam tidak disikapi, maka akan ada tindakan tegas secara adat. Artinya Polri segera bergerak cepat menangkap orang yang bernama Edy Mulyadi CS karena sudah menebar permusuhan.    

Sejumlah video dari komunitas Dayak dengan mengenakan seragam merah bersenjata tajam parang tersebar di sejumlah groaup Medsos dan WA, Senin(24/01/22) mereka berharap Polri segera menangkap Edy. Jika Polri tak bertindak warga Kalimantan mengancam punya cara sendiri.

Sebelumnya Edy juga dilaporkan oleh Kader Gerindra Sulut, karena ucapannya telah merendahkan Prabowo Subiyanto sebagai ketua umum partai berlambang burung Garuda. Ucapan caleg PKS yang gagal itu mencemooh Prabowo dulunya sebagai Macan kini Mengeong. Edipun dalam videonya berteriak dengarkah saya Prabowo.  


Kelakuan Edy Mulyadi dan kawan-kawannya, mungkin dianggapnya keren. Karena bisa menunjukkan kepandaian mereka di depan para pengikutnya. Lalu merasa lebih pintar dari Prabowo sebagai Menhan, yang dianggap ga paham apa-apa soal pertahanan.

Hanya saja, kali ini dia apes.

Saya paham, maksud Edy Mulyadi sebenarnya adalah menghina Presiden Jokowi atau pemerintah. Dan menganggap pemindahan Ibu Kota adalah keputusan yang salah.

Namun dia sendiri nampaknya tidak paham atau tidak sadar. Bahwa nama Kalimantan yang disebut-sebut sebagai tempat jin buang anak, tidak ada kehidupan dan sebagainya, juga menyinggung perasaan masyarakat Kalimantan.

Sebenarnya hal serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Untuk kasus yang berbeda, Jokowi pernah dihina karena mengenakan pakaian adat daerah tertentu. Dan setelah itu, masyarakat adat daerah yang dimaksud marah karena mereka merasa pakaian adatnya dihina oleh orang lain.

Polanya sama, niat para oposan sebenarnya ingin menghina Presiden. Namun mungkin karena saking bodoh nya, mereka tidak sadar juga menghina masyarakat daerah secara bersamaan. Ya itu sama seperti kita suka pada perempuan, yang cantik, mulus dan seksi, tapi berkomentar negatif soal orang tuanya. Alamat putus di tengah jalan!

Nah Edy Mulyadi dan kawan-kawan tak belajar dari banyak kasus sebelumnya. Sehingga dia dengan entengnya menghina orang-orang Kalimantan.

Dan bentuk penghinaan Edy Mulyadi ini jelas bukan sebuah komunikasi salah paham seperti Arteria Dahlan atau Ahok di 2017 lalu. Tak akan ada pakar bahasa atau orang yang bisa membela Edy Mulyadi dalam hal ini. Memang kesalahannya sangat fatal dan gamblang.(oko)