03 Agustus 2021 | Dilihat: 82 Kali

MAU GUBERNUR ATAU KETUA DPRD TERLIBAT KONGKALIKONG BAKAL DIKANDANGIN

noeh21
Firli ketua KPK
    
BRAVO8NEWS.COM - Firli Bahuri, ketua KPK,  secara tegas menyatakan, pihaknya  tak segan menetapkan tersangka baru meskipun orang itu berasal dari DPRD DKI mau pun Pemprov DKI. Artinya, mau itu gubernur maupun ketua DPRD terlibat kong kalikong bakal "dikandangin."

Firli mengungkapkan hal itu terkait penanganan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. "Masih berjalan, kelengkapan alat bukti yang sudah disita, apakah ada orang lain yang terlibat apakah menjadi saksi atau tersangka," katanya, Selasa (3/8/2021).

Menurut Firli, sekarang pihaknya masih mendalami terkait semua pihak yang diduga mengetahui, melihat, mengalami tentang proses penyertaan dana dalam perusahaan daerah Sarana Jaya, apakah di legislatif atau eksekutif. Semua pihak diduga terlibat akan diperiksa KPK.

Jika ditemukan bukti, KPK tak segan untuk menetapkan pihak bersangkutan sebagai tersangka. "Jika sudah memiliki bukti yang kuat, KPK  langsung menetapkan orang itu  sebagai tersangka," tegas Firli.

Sebelumnya KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo (AP).

Perusahaan Adonara Propertindo menjadi penyedia lahan untuk proyek Rumah DP 0 rupiah milik Pemerintah DKI Jakarta lewat Sarana Jaya. Melalui Tommy dan wakilnya Anja, Yoory Corneles mengatur pertemuan hingga sepakat membayar tanah yang ditawarkan Adonara tanpa melakukan kajian terhadap lahan tersebut.

KPK yakin antara Yoory dengan pihak Adonara, sudah ada pembahasan sebelum proses negosiasi dilakukan. Atas perbuatan para tersangka negara merugi sebesar sejumlah Rp152,5 miliar.

Pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur yang ditangani KPK belum final. Meski sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. (imo)