07 Juli 2021 | Dilihat: 71 Kali

LURAH PANCORAN MAS YANG GELAR PESTA PERNIKAHAN ANAKNYA DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA

noeh21
Kapolres Depok
    
JAKARTA   - Setelah kasus pesta pernikahan anak Lurah Pancoran Mas Suganda diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok untuk dilanjutkan akhirnya Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Imran Edwin S memberikan keterangan terkait pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hari pertama tanggal 3 Juli 2021.

"Apa yang dilakukan Suganda Lurah Pancoran Mas dengan mengelar pesta pernikahan hari Sabtu (3/7) dimana bertepatan dengan hari pertama PPKM darurat sangat disayangkan, " kata  Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Imran Edwin S, Rabu (7/7).

Hasil pemeriksaan Lurah Pancoran Mas Suganda, yang bersangkutan telah mengundang sebanyak 1.500 orang, namun yang datang sebanyak 300 orang. "Sudah jelas di dalam aturan PPKM. Tapi masih saja melaksanakan (pesta pernikahan), dengan alasan klasik, yaitu sudah terlanjur sebar undangan,” tuturnya.

Menurutnya, Suganda merupakan seorang pejabat pemerintah, yang seharusnya tahu tentang adanya peraturan PPKM Darurat. "Saya kira dan semua masyarakat apalagi pejabat pasti tahu karena sebelumnya juga sudah ada sosialisasi, " ujarnya.

Sudah ada empat saksi yang diperiksa kaitan kerumunan dimasa pandemi Covid-19 terlebih ada PPKM darurat. Suganda, Lurah Pancoran Mas dijerat Pasal 14 UU Nomor 1984 tentang wabah penyakit menular, dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

"Kini yang bersangkutan berstatus tersangka namun idak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun tapi tetap diproses, " imbuhnya terkait pembelaan dirinya di media massa yang mengatakan sudah mengikuti prokes dan lainnya itu sah sah saja. "Intinya di kami dia sudah mengaku, " ujarnya. (anton)