31 Agustus 2021 | Dilihat: 60 Kali

KPK BINGUNG, KETUANYA SEBUT TAK MAMPU TANGANI BANYAK JENIS KORUPSI

noeh21
    
BRAVO8NEWS.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengakui bahwa saat ini sudah begitu banyak jenis dan rupa tindakan korupsi. Karenanya, semua itu tidak seluruhnya bisa ditangani oleh lembaga anti-rasuah tersebut. "Kita paham bahwa begitu banyak bentuk korupsi. Setidaknya ada 7 cabang korupsi, ada 30 jenis dan rupa korupsi. KPK tidak mampu melakukan pemberantasan seluruh tindak korupsi tersebut," kata Firli saat pemaparan launching Monitor Center For Prevention (MCP), Selasa (31/8/2021).

Karena begitu banyak jenis dan rupa korupsi saat ini, KPK akan lebih mengedepankan area pemberantasan korupsi pada bidang tenaga dan bisnis, pelayanan publik, pengelolaan sumber daya alam, bidang reformasi birokrasi, serta praktik-praktik politik dan kehidupan politik.

Dengan strategi pertama, yakni dengan melakukan pendekatan melalui pendidikan masyarakat dengan harapan bisa mengubah sikap perilaku serta budaya korupsi menjadi budaya antikorupsi. Kedua, pendekatan strategi pencegahan, penelahan, pengkajian, penelitian serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah. "Utamanya dalam rangka perbaikan sistem, karena sesungguhnya sistem yang baik tentulah tidak bisa dan tidak memberikan peluang dan kesempatan untuk melakukan korupsi," ujarnya.

Dan ketiga, KPK akan menindak secara proporsional yang dilakukan dan akuntabel demi kepentingan hukum, kepastian hukum, dan keadilan serta tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM). "Hari ini kami fokus kepada upaya-upaya pencegahan, berdasarkan kajian KPK begitu banyak jenis dan rupa Korupsi. Sehingga KPK mencoba bagaimana mengeleminir dan meniadakan kesempatan untuk tidak terjadinya korupsi," terangnya.

Atas hal itulah, KPK dengan koordinasi kewenangan yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan melibatkan seluruh perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk monitoring, pendampingan, serta pengawasan, meluncurkan Monitor Center For Prevention (MCP) demi kepentingan, kepastian dan keadilan hukum serta hak asasi manusia (HAM).(liputan6)