21 Juli 2021 | Dilihat: 62 Kali

KOMJEN FIRLI KETUA KPK DINILAI OTORITER ANTI KRITIK

noeh21
Sinar laser yang dilakukan greenpeace
    
BRAVO8NEWS.COM - Komjen Pol Firli Bahuri ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai otoriter dan anti kritik oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) karena melaporkan aksi sorot laser Greenpeace ke gedung KPK beberapa waktu lalu.

"Pelaporan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oleh KPK ke Polres Jakarta Selatan akan dicatat sejarah sebagai bukti bahwa KPK di bawah komando Firli Bahuri benar-benar telah berubah menjadi lembaga otoriter dan bersikap antikritik," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

Menurut Kurnia, pelaporan yang dilakukan KPK terhadap aktivis Greenpeace ke Polres Jakarta Selatan menggambarkan ketidakmampuan KPK dalam menutupi skandal penyelenggaraan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Akibat TWK, 51 pegawai akan dipecat per November 2021.

Menurut Kurnia, ada tiga alasan yang harus dilihat lebih lanjut menanggapi pelaporan KPK ke Polres Jakarta Selatan. Pertama, Indonesia menganut sistem demokrasi yang telah dituangkan dalam Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945: setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. "Jadi, pelaporan itu dapat dianggap sebagai upaya untuk memberangus demokrasi," kata Kurnia.

Kedua, Pasal 20 UU KPK menyebutkan bahwa lembaga antirasuah tersebut bertanggungjawab kepada publik. Maka dari itu, Kurnia meyebut semestinya aksi itu dipandang sebagai respon masyarakat atas problematika KPK yang harus dijawab, bukan melaporkan ke polisi.

Ketiga, pelapor yang diduga keras pegawai KPK telah melanggar kode etik, tepatnya Pasal 7 ayat (2) huruf d PerDewas Nomor 02 Tahun 2020: dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Profesionalisme, setiap Insan Komisi dilarang merespons kritik dan saran secara negatif dan berlebihan. "Untuk itu, Dewan Pengawas mesti segera bertindak menyikapi pelaporan ini," kata Kurnia.(rel)