04 September 2021 | Dilihat: 167 Kali

KOMIKA CP PAKAI SABU LEWAT ANAL BUKAN DISEDOT

noeh21
Kapolres didmpingi Kasat Narkoba
    
BRAVO8NEWS.COM - Kasat Reserse Narkoba Polres Tangerang Kota Pratomo Widodo, mengatakan komika CP punya motivasi sendiri memasukkan sabu dari anal. “Dia merasa kenikmatan yang berbeda. Kan, dia juga sudah merasakan yang dibakar, kemudian disuntik. Kenikmatannya lebih nendang,” kata AKBP Pratomo pada wartawan Jumat(3/9/21).

Tersangka CP mengenal narkoba sejak kuliah. Penggunaan sabu gaya anal  memang terbilang tidak lazim. Metode itu juga terbilang berbahaya. Di awal bahkan CP juga sempat menakar dosis yang sesuai dan masih bisa diterima oleh tubuhnya. “Jadi, dia punya standar sendiri untuk mencampurnya. Jadi, ini metode yang membahayakan bagi pengguna ini, apalagi narkoba. Narkoba dilarang, kemudian ini bisa membahayakan pengguna,” ucapnya.

"Dia mulai aktif itu kurang lebih satu tahunan ke belakang. Dia kenal narkoba sudah dari kuliah, tapi dia berusaha berhenti, tapi enggak bisa. Dia maksimal berhenti lima bulan. Dia sampaikan ke saya, berhenti lima bulan, terus pingin lagi,” pungkasnya.

Dikutip dari Healthline, cara ini juga dikenal dengan booty bumping, saat seseorang memakai narkoba seperti metamfetamin, heroin, hingga kokain melalui dubur.

Para pakar mengingatkan, praktik memakai narkoba dengan cara ini bisa menyebabkan iritasi atau rasa sakit. Risiko lainnya yang mengintai bisa merobek jaringan internal anus. San Francisco AIDS Foundation and Tweaker, menyebut hal ini bisa disertai dengan pendarahan.

Akibatnya, ada risiko tertular infeksi, seperti HIV, hepatitis C, dan limfogranuloma venereum terkait klamidia. Menggunakan sabu lewat dubur ini juga tidak terhindar dari risiko overdosis. Dalam beberapa kasus, membuat tubuh seseorang kewalahan, terlepas dari jenis narkoba yang digunakan.

Risikonya bisa merusak sistem saraf pusat, dan dapat memperlambat pernapasan hingga fatalnya sampai pada titik kematian. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan setahu kita sabu itu dibakar dan diisap. Ini teknik baru kata Saudara CP ini lebih cepat prosesnya daripada diisap. Ada ada saja. (fwp)