14 Agustus 2021 | Dilihat: 229 Kali

HINDARI MENCETAK SERTIFIKAT VAKSIN BISA DISALAH GUNAKAN

noeh21
ilustrasi foto ist
    
BRAVO8NEWS.COM - Waspada dan hati-hati jika ada penawaran mencetak sertifikat vaksin Covid-19, risiko kebocoran data hingga potensi disalahgunakan untuk pinjaman online (pinjol). Andalah yang jadi korban. Memang mencetak sertifikat vaksin lebih praktis dan tidak perlu menunjukkan sertifikat yang ada di ponsel.Contohnya untuk mengunjungi sejumlah mal yang telah dibuka maupun untuk melakukan perjalanan ke luar kota.

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menyebutkan bahwa tren cetak sertifikat vaksin COVID-19 melalui pihak ketiga ini mengandung risiko kebocoran data pribadi. Jasa pencetak secara otomatis mendapatkan kumpulan data kependudukan NIK, nama lengkap dan tanggal lahir.

Hal ini memiliki potensi penyalahgunaan. "Dan sangat berpotensi disalahgunakan seperti untuk membuat KTP aspal yang nantinya digunakan untuk banyak aktivitas jahat seperti membuka rekening bank penampungan hasil kejahatan atau melakukan pinjaman online

Banyaknya peringatan dan kritik masyarakat, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memblokir 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin yang ditawarkan di marketplace atau e-commerce. Hal ini dalam rangka menertibkan perdagangan jasa cetak kartu vaksin diplatform marketplace (lokapasar) untuk mencegah kebocoran data pribadi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi.

“Masyarakat sebagai konsumen harus memperhatikan bahwa data pribadi merupakan milik pribadi yang penggunaannya harus didasarkan kepada persetujuan. Penyerahan tautan pesan singkat yang disampaikan oleh masyarakat yang diterima setelah dilakukan vaksinasi Covid-19 dapat dianggap sebagai persetujuan penggunaan data pribadi,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono, Sabtu(14/8). (rel)