01 Desember 2021 | Dilihat: 85 Kali

DITEMBAK KARENA MEMBUNTUTI MOBIL PLAT PEJABAT KELUAR DARI HOTEL DI SENTUL BERSAMA WANITA

noeh21
Kabid Humas PMJ Kombes E Zulpan, Dirreskrimum Kombes Tubagus Ade Hidayat dan Kabid Propam Kombes Birawa saat rilis kasus penembakan di pintu keluar Tol Bintaro
    
BRAVO8NEWS.COM - Kasus penembakan misterius terhadap dua orang di pintu keluar Tol Bintaro, Jakarta Selatan terungkap. Pelakunya anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) berinisial Ipda OS.

Dalam aksi brutal anggota Polri itu, Parlin Pasaribu meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Polri Krmatjati, Jakarta Timur. Sedang temannya bernama Aruan kini terbaring di RS Polri Kramat Jati dalam kondisikritis.

Meski pelakunya sudah diamankan penyidik Propm Polda Metro Jaya, namun Ipda OS belum ditetapkan sebagai tersangka. "Karena melibatkan anggota Polri dan warga sipil, kasusnya kini ditangani tim gabungan, Ditkrimum, Polres Jaksel dan Bid Propam PMJ," kata Kabid Humas Kombes Zulpan didampingi Direktur Reskrimum Kombes Tubagus Ade dan Kabid Propam Kombes Bhirawa, Selasa (30/11/2021).

Kedua korban menurut Zulpan  mengalami luka tembak di bagian perut dan dada. Parlin yang mengalmi luka tembak di dada meninggal dunia pada 28 November 2021. Sedangkan temannya Aruan terkena tembak di bagin perut.

Kasus penembakan ini terungkap setelah polisi mengidentifikasi kendaraan yang diduga dikemudikan pelaku. Penembakan ini, berawal kedua korban mengikuti sebuah mobil bernomor polisi khusus yang biasa digunakan pejabat negara.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Birawa mengatakan, pihaknya masih mendalami apakah anggota PJR yang melakukan penembakan melanggar disiplin atau kode etik.

Kronologis penembakan, berawal ada laporan warga masyarakat yang merasa  diikuti sebuah mobil yang ditumpangi kedua korban dari sebuah hotel di kawasan Sentul, Bogor. Pengemudi mobil berplat khusus pejabat negara lalu menelpon petugas dan melaporkan diri dikuti beberapa mobil setelah menurunkan seorang wanita muda setelah keluar dari hotel tersebut.

Anggota yang terima laporan kemudian mengarahkan pelapor menuju Lokasi kejadian (exit tol Bintaro). "Berdasarkan keterangan sementara terjadi peristiwa ribut di situ dan dengar satu tembakan dan mengakui polisi," jelas Dirkrimum Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Ipda OS mengaku terpaksa menembak karena dia mau ditabrak oleh mobil yang menguntit pelapor. “keterangan saksi mau ditabrak dan terkena tembakan dua kali yang mengenai korban,” jelas Kombes Tubagus.

Menurutnya, pelapor adalah seorang karyawan swasta berinisial O. Namun di kalangan wartawan santer beredar kabar bahwa pengemudi mobil nopol khusus pejabat adalah pejabat di lingkungan DPRD DKI Jakarta.

Hingga saat ini sosok orang yang berada dalam mobil berplat khusus itu masih tanda tanya. Orang itu diyakini sosok yang sangat besar pengaruhnya sehingga begitu mudah menelepon dan meminta tolong polisi sehingga terjadi penembakan yang merenggut satu nyawa. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang peristiwa tersebut. Terlebih, pelaku penembakan merupakan anggota Polri.(mio)