31 Desember 2021 | Dilihat: 93 Kali

BRIGJEN POL.(PURN) SISWANDI, TINDAK TANPA AMPUN MEREKA YANG MERACUNI ANAK BANGSA

noeh21
Brigjen Pol. (purn) Siswandi
    
BRAVO8NEWS.COM - Kita ketahui saat ini bahayanya narkoba terus menggerus generasi muda, karena dengan gampangnya memperoleh narkoba yang sudah tersebar  disetiap lingkungan kita. Sehingga setiap hari banyak jatuh korban anak-anak kita bahkan sampai berakibat  gangguan jiwa karena narkoba.

Ada yang jatuh miskin karena narkoba. Ada yang bercerai dan keluarganya berantakan karena narkoba. Ada yang tertangkap pihak berwajib karena narkoba dan ada juga yang terenggut nyawanya.  Maka Kita tidak boleh berputus asa.

Penyakit kecanduan narkoba saat ni banyak menyerang anak,suami,istri dan  sanak saudara kita. Maka dibutuhkan peran dari setiap individu untuk merangkul dan memotivasi bila ada anak,suami,istri dan sanak saudaranya yg terkena narkoba karena mereka adalah korban dari penyalahguna narkoba bukan penjahat.

 Jika kalian melihat saudara kalian tergelincir pada suatu kesalahan, maka tunjukkanlah ia ke jalan yang benar, dan ajak ia pada kebaikan, berdoalah kepada Allah untuknya agar ia bertaubat kepada-Nya.

Semua bisa di berantas jika ada kemauan dan ketegasan. Sulit...? Tidak ada kata sulit jika kinerja  tidak dibingkai dgn salam" atau amplop" di balik layar.

Menurut  Brigjen Pol (purn) Siswandi,  kepada Bravo8news.com, Jumat (31/12/21)  Narkoba semakin marak dimanapun jika yang di tangkap pemakai dan pengedar recehan.

Apakah Bandar Narkoba bukan manusia.? Apakah Bandar Narkoba manusia jadi jadian sehingga mereka tdk kelihatan dan tdk bisa di berantas ? Atau jangan" Bandar Narkoba bersembunyi di balik baju seragam. Sejenak kita merenung, betapa sedihnya orang tua yg anaknya telah menjadi korban Narkoba.
 
Sebisa mungkin orang tua mendidik dan menasehati anak agar jgn sampai terjebak dgn permainan Narkoba. Tapi.. akibat pergaulan di luar sudah kebanyakan dan di semarakkan dengan Narkoba maka genenasi penerus mengabaikan nasehat orang tua di rumah.

Satu satunya cara menyelamatkan jiwa" dari Narkoba, kesadaran diri sendiri dari Bandar Narkoba, pengedar dan pemakai. Dan harap yg berwajib dan pemerintah fokus dalam pemberantasan Narkoba. Bertindak tanpa ampun bagi bandar yang terbukti meracuni bangsa kita.  Intinya, narkoba bersih jika ada kesadaran dari masyarakat dan pemerintah yang berwajib. Ingat narkoba hanya membawa malapetaka dan maut menjemput.    

Sebagai bukti keterlibatan bandar adalah pengayom rakyat,  Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap anggota DPRD Langkat, Ibrahim Hasan (45) diduga kuat sebagai bandar besar sekaligus pemilik sabu seberat 105 kilogram dan pil ekstasi 30 ribu butir.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, untuk membongkar penyelundupan narkoba jaringan internasional bukan hal yang mudah. Untuk itu pihak BNN melakukan kerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai.

Selain Ibrahim, BNN juga mengamankan lima orang yang diduga pelaku, masing-masing berinsial R, I, AR, J dan A. Mereka diamankan secara terpisah antara lain di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat dan di sebuah kapal motor di Perairan Selat Malaka. Diduga barang haram mematikan itu berasal dari Malaysia.

"Dia bukan hanya kurir atau bandar kecil, tapi pemilik sekaligus bandar besar yang terlibat sindikat internasional," kata Arman Depari dalam jumpa pers di Medan, Sumut.

Arman menjelaskan, untuk transaksi narkoba dilakukan di tengah laut pada malam hari seperti Minggu dini hari, 19 Agustus 2018. Kapal motor berwarna biru pemiliknya adalah Ibrahim Hasan. Selanjutnya dilakukan pengembangan untuk menangkap seluruh pelaku termasuk terhadap Ibrahim Hasan.

Penangkapan wakil rakyat yang jadi bandar narkoba
Dalam hal pemberantasan dan penindakan BNN tak pandang bulu terhadap siapun termasuk anggota Polri. Hal itu dibuktikan oleh pimpinan Polri yang berjanji akan menindak anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Babru-baru ini Kompol Yuni Purwanti, mantan Kapolsek Astanaanyar yang terlibat narkoba sudah dipecat. "Kapolsek Astana Anyar, dan anggota lain yang terkait dengan narkoba sudah dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)," ujar Kabid Propam Polda Jabar Kombes Yohan Priyoto, saat ditemui di Polda Jabar, Rabu (29/12/2021).

Kompol Yuni, kata dia, sempat mengajukan banding ke Mabes Polri. Namun, banding yang diajukan tersebut ditolak. "Yang bersangkutan sudah di PTDH, artinya pimpinan komitmennya jelas bahwa kalau ada anggota yang narkoba pasti kita PTDH," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Suntana berjanji bakal menindak secara tegas apabila ada anggotanya yang dinilai mengabaikan tanggung jawab dan kewajiban sebagai anggota Polri. "Polisi adalah milik masyarakat," ucapnya. (OKO)