19 September 2021 | Dilihat: 202 Kali

SEBELUM JADI TERORIS ALI KALORA SEBAGAI PETANI

noeh21
    
BRAVO8NEWS.COM - Nama Ali Ahmad alias Ali Kalora, lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 30 Mei 1981. Sebelumnya ia bekerja sebagai Petani di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Bergabung ke kelompok teroris Poso pada 2012. Saat itu, bersama-sama mendiang Santoso alias Abu Wardah ia mendeklarasikan diri untuk menjadi pengikut ISIS.

Meski lahir di Gowa, ia bukan bersuku Bugis, tapi Ambon. Ia menetap di Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Di sana, ia menikah dengan perempuan bernama Tini Susanti Kaduku.

Di kelompoknya Tini disapa Ummi Farel. Sedangkan penambahan Kalora di belakang namanya berasal dari desa tempatnya bermukim. Nama itu diperkenalkan polisi lalu digunakan secara umum dalam pemberitaan media massa.

Ali juga pernah menjadi bagian dari Laskar Jihad Ahlusunnah Waljamaah yang masuk ke poso pada 2000. Setelah Laskar Jihad dipulangkan pasca Deklarasi Malino pada 2002, dia memilih menetap di Poso, Sulawesi Tengah.

Ali berbadan sedang, pendek dengan tinggi sekitar 156 cm. Ia berkulit sawo matang dan berrambut panjang serta gigi depan atas agak jarang. Dalam foto terakhir yang diperoleh Satgas Operasi Madago Raya, Ali berkumis dan berjenggot serta bercambang lebat.

Pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora, tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di wilayah pegunungan desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/09), kata polisi.

"Akibat kontak tembak tersebut telah tertembak dua DPO (daftar pencarian orang) teroris Poso atas nama Ali Ahmad alias Ali Kalora dan Ikrima alias Jaka Ramadhan alias Rama dalam kondisi meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, selaku Penanggungjawab Jawab Kendali Operasi Satuan Tugas Madago Raya, Minggu (19/09).

Dalam jumpa pers, Rudy mengungkapkan kontak tembak yang menewaskan Ali Kaloran itu terjadi pada hari Sabtu (18/09) sekitar pukul 18.00 Wita. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras panjang jenis M.16 yang diduga milik Ali Kalora.(indonesiasatu_id/oko)