20 Oktober 2021 | Dilihat: 70 Kali

MENKO POLHUKAM MENYARANKAN KORBAN PINJOL JANGAN BAYAR, JIKA DITEROR LAPOR POLISI

noeh21
Mahfud MD
    
BRAVO8NEWS.COM - Menko Polhukam,  Mahfud MD meminta kepada korban pinjaman online (pinjol) untuk tidak meneruskan pembayaran. Alasanya secara hukum perdata, pinjol itu menjadi perusahaan yang tidak sah. "Jangan mau bayar, kalau diteror laporkan ke polisi terdekat," melalui YouTube Kemenko Polhukam, Selasa (19/10/2021).

Mantan Ketua MK ini menuturkan, "kalau karena tidak membayar lalu ada yang tidak terima, diteror, lapor ke kantor polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan," ujarnya.

Terkait dengan perusahaan pinjol ilegal, Mahfud mengancam akan adanya hukum pidana. Terlebih kalau perusahaan pinjol ilegal sudah melakukan pemerasan hingga teror kepada nasabahnya. "Misalnya ancaman kekerasan, ancaman menyebar foto-foto tidak senonoh dari orang yang punya utang kalau tidak bayar. Itu terus sekarang bandar-bandarnya," ujarnya.

Mahfud juga mengatakan bahwa secara hukum beroperasinya para pinjol ilegal itu pun tidak diakui secara perdata. Sebab mereka pun tidak mengantongi izin dari otoritas terkait, seperti misalnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kalau ada yang tidak membayar, lalu mereka tidak terima, laporkan ke kantor polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan," jelas Mahfud. ⠀⠀
Sementara itu, bagi perusahaan yang telah mengantongi izin, pemerintah memberikan keleluasaan agar perusahaan yang dikenal juga istilah finansial teknologi atau fintek ini terus berkembang. Namun, Mahfud tetap mengingatkan untuk para pinjol yang sudah bertindak di luar aturan pun, hukuman sudah menanti. Sebab, berkaitan dengan pemerasan, perbuatan tidak menyenangkan ataupun terkait UU perlindungan konsumen.⠀(rel)